Keynote speech oleh Bapak Doni Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia — memaparkan filosofi di balik program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri.
Keynote speech by Mr. Doni Oskaria, Head of BP BUMN and COO of Danantara Indonesia — outlining the philosophy behind President Prabowo's strategic programs toward a sovereign and self-reliant Indonesia.
Forum B Universe 2026 Quarterly Review hadir dengan tema besar "Building a stronger partnership for shared global impact" — menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai negara dan pelaku ekonomi global.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Bapak Doni Oskaria, memaparkan bukan sekadar program, melainkan cara berpikir di balik setiap kebijakan Presiden Prabowo — sebuah proses yang disebut bukan hanya transformasi, tetapi lebih kepada restorasi.
Forum membaca arah ekonomi Indonesia di tengah perubahan global yang semakin cepat. Diawali dari Jakarta Global Insight dengan Duta Besar Rusia, Belarus, dan Indonesia untuk WTO.
Shining Momentum of Understanding antara B Universe dan Swiss German University yang mengedepankan riset bersama untuk menghadirkan berbagai data kepada khalayak.
The B Universe 2026 Quarterly Review forum arrives with the overarching theme "Building a stronger partnership for shared global impact" — affirming that Indonesia cannot move forward alone, but must strengthen strategic partnerships with various nations and global economic actors.
Head of BP BUMN and COO of Danantara Indonesia, Mr. Doni Oskaria, presented not merely a list of programs, but the way of thinking behind every policy of President Prabowo — a process described not as transformation alone, but more fundamentally as restoration.
A forum for reading Indonesia's economic direction amid accelerating global change. Preceded by the Jakarta Global Insight session with Ambassadors from Russia, Belarus, and Indonesia to the WTO.
A Signing Momentum of Understanding between B Universe and Swiss German University, emphasizing joint research to deliver various data to the public.
Selamat datang kembali di B Universe 2026 Quarterly Review — forum untuk membaca arah ekonomi Indonesia di tengah perubahan global yang semakin cepat.
"Building a stronger partnership for shared global impact" menjadi tema besar forum ini, menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai negara dan pelaku ekonomi global untuk memperluas investasi, perdagangan, teknologi, energi, dan rantai pasok.
| Nama | Jabatan | Lembaga |
|---|---|---|
| Doni Oskaria | Kepala BP BUMN & COO Danantara Indonesia | Danantara |
| Bapak Enggar | Executive Chairman | B Universe |
| Rio Abdurrahman | Direktur Utama | B Universe |
| Jajaran Dewan | Dewan Direksi & Redaksi | B Universe |
Welcome back to B Universe 2026 Quarterly Review — a forum for reading Indonesia's economic direction amid accelerating global change.
"Building a stronger partnership for shared global impact" is the overarching theme of this forum, affirming that Indonesia cannot move forward alone, but must strengthen strategic partnerships with various nations and global economic actors to expand investment, trade, technology, energy, and supply chains.
| Name | Title | Institution |
|---|---|---|
| Doni Oskaria | Head of BP BUMN & COO Danantara Indonesia | Danantara |
| Mr. Enggar | Executive Chairman | B Universe |
| Rio Abdurrahman | President Director | B Universe |
| Board Members | Board of Directors & Editorial Board | B Universe |
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dunia hari ini dalam ketidakpastian. Ada masalah geopolitik dunia yang sedang terjadi. Tetapi kejadian ini sebetulnya menambah keyakinan kita akan program yang sedang dilakukan oleh pemerintah kita.
Di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia sedang melakukan satu proses yang kita sebut tidak hanya transformasi, tetapi lebih kepada restorasi — bagaimana kita mengelola perekonomian negara kita.
Banyak orang cenderung melihat programnya saja, tetapi tidak melihat latar belakang dan cara berpikirnya. Bapak Presiden Prabowo selalu berkeyakinan bahwa bangsa yang sustain ke depannya harus memiliki dua hal: pertahanan dan ketahanan.
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
The world today is engulfed in uncertainty. There are ongoing global geopolitical challenges. But these developments have actually deepened our conviction in the programs being carried out by our government.
Under President Prabowo's administration, Indonesia is undergoing a process we describe not merely as transformation, but more precisely as restoration — fundamentally rethinking how we manage our national economy.
Many tend to focus only on the programs, without looking at the background and the way of thinking behind them. President Prabowo firmly believes that a nation that is sustainable in the long run must possess two things: defense and resilience.
Tidak ada negara yang bisa berkelanjutan jika untuk makannya saja tidak bisa memenuhi sendiri. Pemerintah saat ini sedang melakukan pencetakan sawah, membangun irigasi, menambah pompa untuk sawah, serta mengembangkan kebun jagung dan bawang.
Kita memutus mata rantai rentenir dengan membangun Koperasi Merah Putih — yang tidak sekadar koperasi biasa, tetapi berfungsi menyejahterakan petani, meningkatkan produksi, menyediakan pinjaman tanpa rentenir, serta menyiapkan gudang agar harga hasil panen tidak anjlok.
Kita juga berhasil menurunkan harga pupuk 20% dengan mengubah model bisnis PT Pupuk Indonesia dari cost plus menjadi mark to market. Kini pabrik pupuk dimodernisasi, distribusi dievaluasi, sehingga produksi meningkat.
Kita mengimpor LPG dan gas, padahal sumber daya kita banyak. Karena itu kita membuat program hilirisasi: DME dari batu bara menjadi gas. Kita juga mengubah bisnis model PGN dan Pertagas, tidak lagi main di hulu tetapi di midstream dan downstream, mendistribusikan gas ke rumah-rumah (sedang uji coba di Batam). Efeknya: subsidi berkurang, impor berkurang, devisa outflow berkurang.
Kita sudah menghentikan impor solar. Kita punya sumber pengganti, dari B40 menjadi B50. Kita juga menanam jagung dan ubi untuk dikonversi menjadi etanol, mengurangi ketergantungan impor BBM.
Pemerintah juga membangun oil storage dan kilang, serta meningkatkan lifting dari tahun ke tahun, demi menciptakan ketahanan energi.
Negara yang sustain harus menciptakan generasi muda unggulan. Saat ini angka stunting kita di atas 20%, akses pendidikan sulit dan hanya dinikmati segelintir orang. Karena itu diluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) — bukan sekadar makan, tetapi memutus mata rantai kemiskinan melalui gizi yang cukup untuk meningkatkan intelektualitas generasi muda.
Pemerintah membangun Sekolah Rakyat untuk memberikan pendidikan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa batasan finansial. Bapak Presiden juga mengirimkan ratusan ribu smartboard ke seluruh sekolah di Indonesia untuk menstandarkan cara mengajar guru.
Kementerian Kesehatan juga melakukan tes kesehatan gratis dan tes TBC gratis. Sekolah Garuda dan universitas-universitas unggulan, termasuk fakultas kedokteran di setiap provinsi, akan dibangun untuk mempercepat penambahan tenaga medis.
No nation can be sustainable if it cannot feed itself. The government is currently developing new rice fields, building irrigation systems, adding water pumps for farmland, and expanding corn and shallot plantations.
We are breaking the cycle of predatory lending by establishing Koperasi Merah Putih — not merely an ordinary cooperative, but one designed to improve farmers' welfare, boost production, provide loans free from loan sharks, and establish storage facilities to prevent harvest prices from collapsing.
We have also succeeded in reducing fertilizer prices by 20% by shifting PT Pupuk Indonesia's business model from cost-plus to mark-to-market. Fertilizer factories are now being modernized and distribution is being reassessed, leading to increased production.
We import LPG and gas despite having abundant domestic resources. That is why we launched the downstream processing program: converting coal into DME. We have also shifted the business model of PGN and Pertagas — no longer operating upstream but in midstream and downstream, distributing gas directly to households (currently being piloted in Batam). The effects: reduced subsidies, fewer imports, and less foreign exchange outflow.
We have stopped importing diesel. We have domestic alternatives, moving from B40 to B50. We are also cultivating corn and cassava for conversion into ethanol, reducing dependence on fuel imports.
The government is also constructing oil storage facilities and refineries, and increasing annual oil lifting, to achieve energy security.
A sustainable nation must cultivate an excellent younger generation. Currently our stunting rate exceeds 20%, and access to education is difficult, enjoyed only by a privileged few. That is why the Free Nutritious Meals Program (MBG) was launched — not merely about food, but about breaking the cycle of poverty through adequate nutrition to elevate the intellectual capacity of the younger generation.
The government is building Sekolah Rakyat to provide equal education for all Indonesians regardless of financial background. President Prabowo has also distributed hundreds of thousands of smartboards to schools across Indonesia to standardize teaching methods.
The Ministry of Health is also conducting free health screenings and free tuberculosis tests. Sekolah Garuda and other centers of excellence, including medical faculties in every province, will be established to accelerate the expansion of the healthcare workforce.
Negara berdaulat harus mampu memiliki kekuatan ekonomi sendiri. Selama ini ketergantungan pada investasi asing sangat tinggi. Oleh karena itu dibangun Danantara sebagai sovereign wealth fund yang diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi ke depan.
Meliputi analisis mendalam terhadap bisnis model, revenue stream, komposisi pendapatan, struktur biaya, dan EBITDA margin dengan membandingkan terhadap standar global terbaik di setiap industri.
Menganalisis ukuran pasar, pertumbuhan, pangsa pasar serta melakukan kompetitor analysis yang menyeluruh untuk menentukan apakah BUMN masih relevan di industrinya.
Evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas, kompetensi, dan kesiapan organisasi untuk bersaing secara global dan memberikan nilai tambah bagi negara.
Dari 1.100 perusahaan, dilakukan streamlining dan konsolidasi menjadi 257 perusahaan, dengan empat hasil:
Perusahaan tanpa bisnis model yang baik dan utang lebih besar dari aset — dibubarkan untuk menyehatkan neraca negara.
Perusahaan yang terlalu kecil atau non-core, sebaiknya dikelola swasta — dijual kepada investor yang lebih kompeten.
Bisnis sejenis digabung: logistik, asuransi, rumah sakit, hotel — menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien.
Perusahaan yang perlu dibenahi secara fundamental — manajemen, model bisnis, dan struktur keuangan diperbaiki.
A sovereign nation must be capable of building its own economic strength. For too long, Indonesia has been highly dependent on foreign investment. That is why Danantara was established as a sovereign wealth fund, expected to become the engine of future economic growth.
Includes in-depth analysis of business model, revenue streams, income composition, cost structure, and EBITDA margin, benchmarked against the best global standards in each industry.
Analyzing market size, growth, and market share, along with comprehensive competitor analysis to determine whether the SOE remains relevant in its industry.
A comprehensive evaluation of organizational capacity, competence, and readiness to compete globally and deliver added value to the nation.
From 1,100 companies, streamlining and consolidation reduced the total to 257 companies, with four outcomes:
Companies with no viable business model and liabilities exceeding assets — dissolved to restore the health of the state's balance sheet.
Companies that are too small or non-core, better managed by the private sector — sold to more competent investors.
Similar businesses merged: logistics, insurance, hospitals, hotels — creating more efficient economies of scale.
Companies requiring fundamental improvement — management, business model, and financial structure are overhauled.
Keempat pilar inilah yang membungkus pergeseran (shifting) dari artificial economic growth menjadi fundamental economic growth.
Bapak Presiden berpikir bahwa selama ini kita tumbuh secara artifisial — dinikmati segelintir orang, ketimpangan melebar, kelas menengah turun, kemiskinan tetap bahkan melebar. Inilah yang ingin diubah menjadi pertumbuhan ekonomi berbasis fundamental, yang tumbuh dari bawah dan dinikmati semua orang.
Mengenai implementasi, pemerintah mengharapkan masukan dari seluruh rakyat Indonesia karena tujuannya sama: kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
These four pillars encapsulate the shift from artificial economic growth to fundamental economic growth.
President Prabowo believes that for too long we have grown artificially — benefiting only a handful of people, widening inequality, shrinking the middle class, and leaving poverty unchanged or even worse. This is what he seeks to transform into fundamental-based economic growth, which rises from below and is enjoyed by all.
Regarding implementation, the government welcomes input from all Indonesians, because the goal is the same: the well-being of every Indonesian citizen.
File 4-Pilar-Strategis-yang-Mengubah-Indonesia.pdf tidak ditemukan.
Pastikan file berada di folder yang sama dengan index.html ini.